Agak berlebihan memang jika mengategorikan enam kota berikut sebagai wilayah penuh dosa. Namun, julukan nakal itu bakal menjadi pertimbangan bila melihat apa yang ditawarkan bagi para pengunjungnya. Terlepas dari setuju atau tidak, seperti dilansir AskMen.com, tempat-tempat ini masuk dalam daftar wisata dengan "dosa" terbanyak.
Pattaya Kota SeksPattaya adalah surga seks ternyaman di dunia. Wajar saja, pertunjukan seks dan kabaret transeksual merupakan pemancing turis yang legal di kota yang terletak di pesisir Teluk Thailand, sebelah tenggara Bangkok ini. Tidak harus menunggu malam jika ingin menghabiskan waktu dengan pelacur.
Manama Kota Pesta

Ingin clubbing seharian, atau berpesta seks? Di Manama sah-sah saja. Memang kota ini dikenal sebagai salah satu yang berpenduduk Muslim terbesar di kawasan padang pasir itu. Namun pada 2001 kota ini bersikap lebih liberal. Penduduknya juga mulai membuka mata terhadap pergaulan dunia Barat.
Las Vegas Kota Judi

Bagian terbaik dari kota ini, tak peduli latar belakang budaya pendatangnya, Las Vegas tetap menjadi tempat singgah terbaik di Amerika Serikat. "Go On and Sin", itulah industri yang dikelola di sini.
Rio de Janeiro Kota Topless

Suasana tersebut makin liar ketika matahari terbenam di sudut pantai. Sejumlah rumah pelacuran di tepi pantai siap memanjakan nafsu kaum Adam. Jangan heran, prostitusi legal di kota ini. Jika musim karnaval tiba, musik dan wanita akan membawa Anda lebih jauh berfantasi.
Moskow Kota Clubbing

Jika ingin mendapat teman kencan ekspres, hampir semua klub menyediakan pelayanan ini. Coba saja ke klub striptis di dekat Red Square. Ada juga The Hungry Duck, bar yang menyelenggarakan ladies' night tiga kali dalam sepekan serta penari telanjang pria selama 24 jam. Prostitusi memang dilarang di Moskow, namun masih bisa dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Amsterdam Kota Mariyuana

Ingin berkencan dengan pelacur? Cukup datangi distrik di salah satu bagian kota. Di sana, Anda bisa melihat dan memilih wanita yang diinginkan dari jendela kaca. Para pelacur akan bergaya dengan atau tanpa busana bak boneka pajangan. Kemenangan juga dirasakan para pecinta sesama jenis. Mereka bisa dengan bebas mengikrarkan hubungan tersebut, karena tak ada larangan untuk cinta semacam ini. Bagi mereka yang tak menyakini Tuhan, tidak ada yang mempersoalkan hal itu di Amsterdam.
0 komentar:
Posting Komentar